
Dunia makanan dan minuman terus bergerak dengan sangat cepat. Memasuki tahun 2026, preferensi konsumen terhadap rasa tidak lagi sekadar soal enak atau tidak enak. Ada pergeseran besar dalam cara orang menikmati hidangan. Sekarang, setiap gigitan atau tegukan harus mampu menceritakan sebuah kisah. Bagi pelaku industri F&B, memahami perubahan ini adalah kunci untuk tetap relevan di pasar.
Peran perusahaan perisa menjadi sangat krusial dalam menjembatani kebutuhan ini. Inovasi rasa harus mampu menjawab keinginan konsumen yang semakin kompleks dan personal. Berikut adalah lima tren rasa utama yang diprediksi akan mendominasi pasar pada tahun 2026.
1. Eksplorasi Sensorik yang Mendalam
Konsumen masa kini tidak hanya makan dengan mulut, tetapi juga dengan mata dan hidung. Pengalaman multisensori menjadi standar baru dalam mendefinisikan kemewahan sebuah produk. Tekstur yang unik, aroma yang menggugah, hingga tampilan visual yang estetik menjadi faktor penentu nilai jual.
Fenomena ini sangat terlihat pada generasi Gen Z. Kelompok ini sangat menyukai kombinasi rasa yang mengejutkan sekaligus visual yang menarik untuk dibagikan di media sosial. Selain itu, ada permintaan tinggi untuk perisa multifungsi. Produk ini diharapkan mampu memberikan rasa yang kuat sekaligus warna alami tanpa perlu tambahan pewarna buatan. Keinginan untuk kembali ke alam namun tetap modern menjadi tantangan menarik bagi setiap perusahaan rasa.
2. Percampuran Budaya dalam Satu Rasa
Globalisasi dan kemudahan akses informasi melalui media sosial menciptakan fenomena Cultural Remix. Batas antarnegara semakin pudar dalam hal kuliner. Munculnya rasa “hibrida” yang menggabungkan elemen global dengan kearifan lokal menjadi daya tarik utama.
Banyak orang mencari makanan tradisional namun dengan sentuhan yang lebih modern. Contoh nyatanya adalah popularitas makanan jalanan Korea yang kini diadaptasi ke dalam berbagai format praktis. Bumbu instan atau makanan siap saji dengan profil rasa internasional namun cocok dengan lidah lokal adalah peluang besar. Inovasi ini memungkinkan lidah menjelajah dunia tanpa harus meninggalkan rumah.
3. Kesehatan yang Tetap Memanjakan Lidah
Paradigma lama bahwa makanan sehat itu hambar kini sudah berakhir. Pada tahun 2026, aspek kesehatan dan kenikmatan (indulgence) akan berjalan beriringan. Konsumen menginginkan produk yang kaya nutrisi tetapi tetap memiliki rasa yang memuaskan.
Klaim tinggi protein menjadi magnet bagi generasi Milenial dan Gen Z yang peduli pada kebugaran. Strategi utama dalam pengembangan produk saat ini adalah mengurangi bahan-bahan yang dianggap kurang sehat, seperti gula atau garam berlebih. Tantangannya adalah melakukan pengurangan tersebut tanpa mengubah profil rasa asli yang dicintai konsumen. Di sinilah teknologi dari perusahaan perisa di Indonesia berperan untuk menjaga kelezatan tersebut.
4. Perayaan Melalui Festival Rasa
Rasa memiliki kekuatan untuk membangkitkan memori. Tren Flavor Fest menonjolkan inovasi berbasis momen atau perayaan tertentu. Produk musiman atau edisi terbatas untuk hari raya seringkali memicu rasa nostalgia dan kegembiraan di hati pembeli.
Nostalgia memainkan peran besar dalam keputusan pembelian. Aroma kayu manis atau bumbu rempah tertentu bisa membawa seseorang kembali ke kenangan masa kecil. Selain momen spesial, waktu makan siang dan makan malam juga menjadi kesempatan bagi konsumen untuk bereksperimen. Pada jam-jam tersebut, orang cenderung lebih berani mencoba profil rasa baru yang lebih kuat dan menantang.
5. Rasa yang Mengikuti Suasana Hati
Kaitan antara kesehatan mental dan pola konsumsi semakin erat. Kini, suasana hati sangat memengaruhi pilihan rasa seseorang. Rasa manis sering kali identik dengan perayaan kebahagiaan, sementara rasa yang creamy dan kaya memberikan sensasi nyaman yang menenangkan.
Faktanya, sebagian besar konsumen beralih ke makanan atau minuman tertentu untuk meredakan stres atau sekadar meningkatkan mood. Preferensi ini pun berubah sepanjang hari. Jika pagi hari didominasi rasa yang segar, maka waktu malam menjadi milik rasa-rasa yang intens dan berani. Memahami dinamika emosi ini memungkinkan penciptaan produk yang lebih personal dan intim dengan kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi Strategis untuk Masa Depan
Menghadapi tren yang dinamis ini tentu memerlukan mitra yang ahli di bidangnya. Memilih perusahaan perisa yang memiliki jangkauan luas akan memberikan keuntungan kompetitif yang besar. Falmont hadir sebagai perusahaan manufaktur rasa di Asia yang siap mendukung kebutuhan inovasi tersebut.
Melalui riset yang mendalam dan teknologi mutakhir, kolaborasi dengan Falmont membantu menciptakan profil rasa yang tidak hanya tren, tetapi juga berkelanjutan. Penguasaan pasar Asia memberikan perspektif unik dalam meramu perisa yang sesuai dengan karakteristik konsumen regional. Dengan dukungan yang tepat, setiap produk F&B memiliki peluang lebih besar untuk memimpin pasar di tahun 2026.